[Cerbung Scify] - Inkubasi #2 - Kembali ke Rumah

Maret 28, 2018


INKUBASI - 2

Riuh pekerja memenuhi ruang rapat. Mereka begitu sibuk berdebat akan masalah perusahaan. Kegiatan mereka untuk mengeksplor DNA manusia sangat digenjot oleh pemerintah. Bukan masalah dana tapi kebutuhan sumber daya dan waktu yang dipercepat.

“Kita satu-satunya perusahaan yang dipercaya oleh pemerintah untuk mengembangkan serum untuk antisipasi virus ini. Berapa pun dana yang kalian butuhkan akan mereka kucurkan!”

“Untuk dana dari pemerintah memang sangat membantu tapi kebutuhan pekerja sangat minim. Kita butuh beberapa dokter untuk menangani hal ini. Para ahli harus diikutsertakan dalam program ini.”

“Lalu apa masalahnya?”

“Dokter yang menangani program ini masih ada di luar kota. Dan butuh waktu yang lama agar ia sampai.”

Mendadak hening. Bandara dan pelabuhan tidak beroperasi.

“Apakah tidak ada diantara kalian yang sanggup memimpin program ini?” Direktur meninggikan suaranya. Dia merasa ditekan dari berbagai pihak. Pemerintah mengawasi pekerjaan perusahaan agar dipercepat; sedangkan para pekerjanya hanya mengandalkan satu orang yang mumpuni.

“Susan, kau yang pimpin ini!” Keputusan yang paling sukar diputuskan. Direktur di bawah kaki tangan pemerintahan sudah tidak mau tahu siapa yang akan memimpin. Satu tujuannya adalah program selesai dan imbalan dari pemerintah tentu akan mengalir deras.

“Tapi pak!” Dokter Susan berdiri mempertaruhkan posisinya. Ia adalah dokter muda di perusahaan ini. Tentunya ketika ia harus memimpin, ada beberapa pihak yang pro dan kontra. Mereka yang jauh lebih tua dan lebih berpengalaman menjadi pihak yang akan menghambat kepemimpinannya.

Belum juga Susan menolak amanah, Direktur menghentikan rapat dan menyuruh mereka untuk bergegas pergi melanjutkan program.

“Apa yang harus aku lakukan?” Susan meremas modul program, ia akan kewalahan sekali ketika harus membagi tugas kepada masing-masing ahli. Bukan hal yang mudah bagi orang muda untuk memimpin program.

Maka ia lakukan sebisanya untuk mengumpulkan para ahli dan memulai kembali proyek program yang pernah dipimpin oleh Dokter Sergan. Ia membuka kembali modul rancangan dan membagi tugas kepada beberapa ahli. Dan untuk menyelesaikan satu pekerjaan itu banyak pihak yang tidak sedikit pun memuji kerja keras Susan. Namun begitu mereka mencoba sebisanya atas instruksi Dokter Susan.

“Selamat siang, dokter! Kami akan memulai program-nya. Dan harus dipercepat; dengan atau tanpa kehadiran Dokter Sergan.” Susan akhirnya menerima sambutan komunikasi dengan Dokter Sergan.

“Akan aku bantu sebisanya!” Dokter Sergan memegang kendali kendaraannya sambil menerima panggilan Susan.

“Aku butuh bantuan, Dok!”

“Akan aku jawab apapun yang kau tanyakan. Sebentar!” Dokter Sergan mengalihkan pembicaraan telepon. Ia begitu kewalahan membagi panggilan dari anaknya dan dokter Susan. Sementara ia harus mengemudi di ruas jalan besar.

“Ti-dit!” Suara klakson mobil pengangkut kayu memperingatkan dengan keras. Hampir saja ia menengahkan mobilnya. Menyerahkan sepenuhnya pada ruas jalan dan flat baja puso di depannya.

“Sial!” Dokter Sergan mengambil handphone-nya yang terjatuh di kap mobil. Sam anaknya yang di rumah terdengar berteriak. Panggilan video terlihat ketika Bug hampir menyerang anaknya.

“Ayah tolong!” Suara anaknya terdengar begitu mengeras. Kondisi bathin ayah membenarkan apapun keputusannya. Ia mengambil arah balik ketika hampir saja ia menyelesaikan ruas jalan besar.

“Ada apa Dok!” Susan dengan gelisah menunggu jawaban dokter Sergan. Melihat kacaunya perjalanan dokter Sergan. “Anda sudah ada dimana?”

“Maaf Susan, aku harus kembali ke rumah.”

Berikutnya : 123| 456

:)

0 komentar

Follow Me

Facebook