[Cerbung Scify] - Inkubasi #1 - Anjing Penurut

Maret 28, 2018

Virus-virus baru telah mengancam kehidupan di bumi. Mulai dari unggas, babi dan beberapa hewan memamah biak. Dilihat dari populasi dan habitat hewan yang berkembang; masyarakat pedesaanlah yang justru akan mendapatkan dampak dalam waktu dekat. Tapi kenyataan itu berubah terbalik. Virus hewan itu tersebar di perkotaan. Dibawa oleh burung atau angin.



INKUBASI - 1

Beberapa perusahaan antibody mencoba merancang DNA manusia yang kebal terhadap serangan virus. Maka mulailah gencar pemberdayaan masyarakat akan penggunaan masker dan suntikan antivirus. Tidak hanya itu mereka mencoba membuat pertahanan dengan menggabungkan DNA manusia normal dengan DNA yang sudah dirancang. Alhasil beberapa percobaan gagal. Apapun alasan itu tetap disembunyikan.

Kejadian luar biasa yang menyerang beberapa warga kota pekan lalu, masuk top ranking berita teratas. Mulai hari itu aktivitas lalu lalang masyarakat melewati bandara dan pelabuhan dilakukan secara ketat. Isolasi pulau sedang dilakukan. Tak cukup mereka membuat rumah-rumah penyembuhan. Transfusi virus terlalu cepat karena dipengaruhi oleh musim dan cuaca.

Negara sedang dalam keadaan genting.

Evakuasi terjadi secara masal. Setiap kota merenovasi setiap gedung pemerintahan menjadi rumah penyembuhan. Kampus, sekolah, rumah sakit, tempat ibadat dan beberapa tempat umum dijadikan tempat sementara.

“Ayah mau kemana?” Seorang anak merengek ketika ayahnya memintanya untuk tetap di rumah. Ditemani oleh seekor anjing besar.

“Sam, kau ingat kata ayah. Kau anak kuat. Tinggalah disini. Kunci rumah dan jangan biarkan seorang pun masuk ke dalam.” Dokter Sergan mengepak pakaian dinasnya. Pihak perusahaan sudah menelepon ratusan kali.

“Ayah harus pergi?” Sam menarik lengan ayahnya dan memeluknya serta. Bocah itu tak bisa untuk ditinggal sebentar.

“Sam, dengarkan ayah. Kau anak yang kuat. Tetaplah tinggal dalam rumah. Ayah tidak akan lama.” Dokter Sergan mengetahui benar prilaku anaknya. Tapi dia juga masih berkewajiban untuk menuntaskan pekerjaannya di perusahaan.

Seekor anjing besar jenis Landseer mengikuti kemana pun Sam pergi. Mereka memberi nama anjingnya dengan nama Bug.

“Bug, aku titip Sam!” Dokter Sergan mengelus-elus bulu anjing itu. Bug semakin larut dalam kemanjaan tangan lembut dokter Sergan. Ia penurut.

Ketika Sam menangis sesenggukan, Bug membawakan beberapa mainan kehadapannya. Seolah-olah ia pengasuh dalam keluarga itu. Sesekali Sam melemparkan mainan pada tubuh Bug, marah benar Sam. Tapi Anjing besar itu tetap memberikan kembali mainan; dengan cara demikian Sam bisa terdiam dan tidak mengingat-ingat ayahnya lagi. Bukan pertama kalinya bagi Bug untuk menemani Sam seharian, ketika majikannya lembur atau kerja dinas. Bulu-bulunya sangat tebal; hangat dan penuh.

Tapi hari itu setelah mereka berdua terkunci dalam rumah. Tingkah laku Bug berbeda. Tidak biasanya ia ingin membuka jendela kamar Sam. Dicobanya terus untuk membuka kait jendela. Dan Sam berulangkali menyuruh Bug untuk tetap dalam rumah. Tapi Bug seperti hilang kendali. Prilaku yang tidak wajar bagi seekor anjing penurut.


Berikutnya : 1| 2| 3| 4| 5| 6

:)

0 komentar

Follow Me

Facebook