Sri Pohaci 001 - Bintang Dapur

Januari 08, 2018

Ini jagoan kita. Nandi namanya. Memiliki semua khas lelaki; dan dikagumi semua wanita. Perlu kujelaskan sedikit mengenai dirinya. Ia tak pandai membalas chat-mu!

Usai kelas memasak Nandi pergi ke supermarket untuk belanja beberapa alat dan bahan kebutuhan memasak. Tangannya cekatan dalam memilih bahan yang akan ia buat dalam ujian memasak tersebut. Kali ini Nandi akan mencoba memasak spageti ayam basah.

Nandi dikenal sangat terampil dalam memasak makanan khas eropa. Di kelas kursusnya ia adalah bintangnya. Tidak banyak memang siswa laki-laki yang mau mencoba kursus memasak. Bakatnya lahir dari kakeknya seorang koki ternama.

Tubuh tegap dan proforsional menjadi dambaan setiap wanita. Siapa yang tidak tertarik dengan kerpribadian jantan di dapur. Bergelut dengan kompor api dan berselisih dengan wajan dan penggorengan. Sebuah atraksi yang menakjubkan saat ia sedang memasak.

Dengan bakatnya itu ia mencoba membuat sekolah masak di kotanya. Sekalian ia ingin melatih dan mengembangkan usahanya. Anak didiknya yang bertalenta akan diusung menjadi bagian dari tim kerjanya. Maka setiap tahun berbondong-bondong anak muda yang mau masuk ke kelasnya.

Nandi berusia tiga puluh empat tahun. Usia dewasa untuk segera melangsungkan pernikahan. Tapi ia belum sempat memikirkan hal tersebut. Dalam darahnya ada ambisi untuk membangun kembali bisnis kakeknya.

Berbeda dengan adiknya, ia adalah seorang yang pekerja keras dan mau berusaha mewujudkan cita-citanya. Bertahun-tahun ia menanamkan kepercayaan kepada orang tuanya agar ia bisa memilih bidang memasak sebagai garis perjalanan hidupnya. Ayahnya sangat menentangnya. Bukan tanpa alasan ayah Nandi menolak permintaanya. Karena sudah tahu jika bisnis makanan rumahan seperti itu akan membuatnya sengsara kelak.

Sebagaimana dirinya waktu muda menyaksikan ayahnya bekerja keras siang dan malam, hanya untuk mengisi kekosongan perut para pelanggan. Suusai sekolah Ia terpaksa pulang terlebih dahulu hanya untuk membantu berbelanja keperluan ayahnya. Dan itu sangat menjemukan. Sampai akhirnya ia bertemu dengan pasangan hidupnya yang bekerja di salah satu pemasok makanan di supermarket. Mulai darisana ketertarikan bisnis perdagangan bahan makanan dimulai. Tidak untuk memasak, hal yang sangat merepotkan dirinya.

Sementara itu adiknya, Wahyu. Tipikel penurut akan kedua orang tuanya. Ia diberi keleluasaan untuk memilih perkuliahan asal tidak memasak. Maka ia memilih jurusan kedokteran di luar kota. Maka hanya adiknya lah yang ayah harapkan sebagai kebanggaan keluarganya.

Jakarta, 01 Agustus 2017

Nandi memilih memacari dapurnya.


Halaman :|  1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13




:)

0 komentar

Follow Me

Facebook