Cerbung Leonel 3 - Terowongan Bawah Tanah

Ada yang berbeda dengan Lily; dia berbeda. Lily yang sering menggunakan headset untuk menenangkan diri malah sekarang melepaskannya dalam kegelapan. Berdua dengan Lily dalam kegelapan rasanya seperti pasar malam. Tak ada rasa sepi. Seolah jalan ini terang tertanda cahaya.

“Nel, coba cari penerang. Kali aja ada disuatu tempat.” Aku terus berpegangan. Tak akan kubiarkan Lily berjalan sendirian.

“Apa-apaan sih Nel, kayak anak kecil saja perlu dijagain. Aku bisa cari sendiri. Mendingan kita berpencar.”

Aku terpaksa melepaskan tangan halus Lyli. Dan mencoba menaruh kepercayaan padanya. Ku biarkan ia mencari sendiri cahaya. Begitupun aku, melangkah terus mencari sesuatu untuk bisa ku pegang. Terowongan bawah tanah ini seperti lapangan luas. Tak ada tembok pembatas. Hanya terdengar suara gerakan air dan sepatu yang basah yang ku rasakan.

“Ly, kau dimana?”

“Aku disini, tenanglah. Teruslah memanggilku aku bisa mendengarmu dengan jelas.”

Entahlah dimana Lily sekarang berada. Tempatku kini gelap. Hingga nafasku sesak. Sementara aku tidak tahu Lily ada dimana. Aku terus berjalan sampai aku merasakan sesuatu yang aneh. Kakiku mati rasa. Tak ada sesuatu yang bisa ku pijak. Aku seperti berjalan di udara.

“Ly, kakiku..” Aku tak tahu apa yang terjadi. Tak ada rasa sakit. Tapi aku tak bisa merasakan gesekan kakiku dengan tanah maupun air yang basah.

Tiba-tiba ku lihat cahaya bersinar dari kejauhan. Cahaya itu semakin mendekat. Dan terus mendekat. Hingga aku sedikit melihat ada seseorang yang memegang bola cahaya. Lalu menyalalah seluruh ruangan bawah tanah.

Rumput-rumput mulai tumbuh dan terbukalah semuanya. Aku kini berada di lapangan golp bukan ruang bawah tanah seperti yang ku duga. Ku lihat Lily sedang menatapku penuh. Seolah melihatku telah mati.

“Ly, dimana kita?”

“Kau bisa terbang?”

“Terbang?”

“Lihat kau melayang, Lionel?” aku baru sadar ternyata aku tidak menapaki tanah. Apa yang terjadi.

Rumput luas yang seperti Xalton ceritakan benar-benar ada. Xalton aku melihatnya bersama Lily. Xalton lah yang membawa bola cahaya itu di tangannya. Bola cahaya? Bagaimana bisa? Apa yang terjadi? Lalu dimana sekarang Eflima?

“Hallo, kawan. Kau kaget?” Xalton memperkenalkanku pada padang golp yang luas.

“Apa yang terjadi? Hei bukankah itu profesor?”

“Selamat datang dikediamanku Lionel? Maaf menyambutmu dengan semua ini. duduklah disini ada yang harus paman ceritakan.!” Paman Rob dia masih hidup. Syukurlah. Aku mencium tangannya. Dan ku tanyakan bagaimana bisa aku terbang.

“Gravitasi. Nanti paman ceritakan. Dan hanya ada pada dirimu.”

Lily, Xalton dan aku duduk di antara rumput-rumput sintetis. Aku sebenarnya tidak yakin ini rumput sintetis, karena warna dan baunya sangat alami. Hanya saja setiap kali dipijak maka akan mengelurkan cahaya.

“Paman berterimakasih padamu, Xalton. karena telah membawa teman-temanmu kemari. Ini semua rencana Paman.”

“Jadi cerita bulu angsa itu tidak nyata?”

“sebenarnya aku tidak ingat itu bulu angsa atau bukan, sebab cahayanya tak bisa ku kenal.”

“Dengar, diluar sana tidak lama lagi akan ada yang mengejar kalian. Kalian harus hati-hati.”

“Apa maksud paman?”

“Ada kekuatan dari satu kekuatan yang ingin mengumpulkan energi dari kalian.”

“Paman pernah meneliti suatu energi yang bisa mematikan tapi juga bisa menghidupkan. Energi itu tersebar di seluurh dunia. Dan energi itu salah satunya ada pada kalian.”

“Maksud paman?”

“Lionel, kau mau berjanji pada paman?”

“Janji? Janji apa?”

“Kau tidak boleh memperlihatkan energimu pada sembarangan orang. Begitupun denganmu Lily, Xalton. Kalian memiliki satu dari delapan energi. Gravitasi, Cahaya, Bunyi, Air, Tumbuhan dan yang lain. Ada masih banyak energi diluar sana yang tak bisa paman jangkau.”

“Kalian harus menemui guru spesial untuk memperdalam energi kalian. Tapi usahakan kalian jangan sampai berpisah. Untuk Eflima kalian harus menjaganya hati-hati. Sebab dia akan lemah jika tidak ada air.”

“Gravitasi, cahaya, bunyi, air, udara, api, listrik, panas, bumi, tumbuhan, kamuflase, matahari, potensial. Kalian harus menemukan mereka! sebelum tangan jahat yang menemukan kalian.”

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.