Cerbung - Inkubasi #5

INKUBASI - 5

Suara gonggongan terdengar; saling bersahutan. Seperti sebuah tanda akan kebangkitan masa pra sejarah. Suara tersebut membangunkan Bug. Anjing besar milik Samuel.

Pelan ia bernafas; jantungnya belum kembali normal akibat hentakan senjata yang menembus dada. Bug terlahir kembali, ia mencoba mengangkat tubuhnya dengan sekuat tenaga. Mula-mula lemas, namun kemudian keajaiban terjadi. Seluruh sel-sel syaraf di tubuhnya kembali bekerja. Lukanya menutup dengan cepat. Bug seolah tidak merasakan sakit pada tubuhnya.

Tapi tidak dengan hati dan perasaanya. Majikannya tega melarikan diri. Ia ditinggal begitu saja dengan moncong yang terikat; tanpa bahan makanan. Perlakukan mereka sungguh terlewat batas. Dendam tersurat dalam dada. Anjing besar itu membakar habis jiwanya. Menyerahkan pada sang kegelapan.

Patahan serat kayu dari pintu hampir membuka lubang seukuran kepala. Bug berusaha keras untuk keluar dari kamar dan rumah majikannya. Penutup moncongnya hampir terlepas; Satu gigitan dan pijakan kakinya saja ia bisa melepas penutup mulutnya. Sementara cakarnya hampir merobohkan pintu.

Bug mengonggong tanpa henti. Tapi yang ia dengar hanya kesunyian. Seolah tidak ada lagi tanda kehidupan di balik pintu kamar. Bahkan cicak yang biasanya ketawa memperhatikan ulah Bug, kini perlahan mundur bersembunyi entah dimana. Udara dingin seakan menyelimuti seluruh makhluk yang mempunyai darah panas.

Disisi lain petugas dari perusahaan sedang mengevakuasi hewan-hewan peliharaan yang ditinggal penduduknya. Beberapa hewan yang terlihat masih agresif dan membahayakan ditangkap dan dibawa paksa dengan tembakan bius.

“Amankan area ini! Pasang garis polisi!” Ketua dari petugas tersebut menyalakan tanda peringatan berupa suar yang ia luncurkan ke atas langit. Tanda jika daerah tesebut sudah mereka kuasai.

Suara gonggongan dan teriakan hewan-hewan terdengar kembali manakala mereka sadar telah berada di dalam jeruji besi. Kerangkeng yang mereka bawa dari perusahaan dalam beberapa truk besar.

“Catat setiap tanda pengenal di leher mereka!”

“Bagaimana dengan mereka yang ada di jalanan?”

“Tembak saja dan tinggalkan!”

Virus ini benar-benar akan menghabiskan seluruh ras hewan. Mereka berubah menjadi sangat agresif dan liar. Seolah ada bagian syaraf motorik mereka yang kendor.

“Pak aku menemukan anjing besar di jalanan!”

Bug ditemukan, dengan perawakannya yang besar Bug mendapatkan kembali peluru di kakinya. Namun kali ini tembakannya membuat tubuhnya lemas. Dengan sekuat tenaga petugas merobohkannya. Namun sayang Bug dengan setengah tenaganya yang tersisa berhasil melarikan diri.

“Biarkan saja. Kalaupun ia berlari ke daerah lain, petugas disana akan menangkapnya!” Petugas menghadang tembakan dan menurunkan senjatanya. “Kita kembali saja ke perusahaan.”

Truk-truk besar kembali ke pusat kota. Membawa jajahan mereka; hewan-hewan yang terindikasi tertulari virus buatan.

Jalan-jalan penuh dengan mayat hewan dan sampah-sampah perabotan membuat laju kendaraan terganggu. Perjalanan terganggu akibat konsentrasi pengendara. Virus itu mulai berkembang, menulari manusia. Membuat ruam di pergelangan tangan.

Berikutnya : 123| 456

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.