Pentigraf - Penghuni Bawah Tanah #Horror

Tengah malam itu aku baru sadar, jika bangunan ini adalah satu-satunya bangunan yang ada di pinggris ruas jalan raya. Sepi dan tidak ada kamera pengintai. Berharap ini ujian nyali atau apalah namanya. Sementara kakiku terpasung dan mendiami satu ruangan di tengah.

Aku berharap sang sutradara berhenti memberi efek goresan kuku dan tangisan bayi. Hanya akan mengingatkan pada kesalahan di masa lalu. “Plis, lampunya nyalain donk!”

Berteriak sekuat apapun tidak akan mengundang bantuan. Yang ada hanya membangkitkan penghuni-penghuni bawah tanah. Lebih baik diam saja, memang tidak menyenangkan berperan menjadi orang gila. Terpasung selamanya.









Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.