Mariah Hasli 6 - Hotel

Segera setelah kejadian tertembaknya supermodel Mariah hasli menggemparkan media massa. Wartawan datang berbondong-bondong menuju lobi hotel. Manager hotel kewalahan menerima undangan penginapan hanya untuk mengetahui seluk beluk kejadian. Pihak Royal Beauty selaku yayasan model mengirimkan pengacara dan menuntut system keamanan kepolisian. Aksi perang mulut terdengar dari kejauhan. Seperti biasa sekretaris Pian mencoba mendinginkan suasana. Ia yang menangani semuanya.

Sementara di sudut kamar, seseorang terisak sangat sedih. Gadis yang baru memulai debut modelnya merasa shock akibat kejadian pagi tadi. Ia merasa jalan menuju cita-citanya sangat tidak mulus. Aksi kejahatan selalu menaungi lingkungan permodelan. Ia mengunci kamar dan tidak membolehkan seseorangpun masuk kesana.

Ambulance datang dan memboyong Mariah Hasli yang terkena peluru. Raut wajahnya setengah pucat dan menahan sakit yang luar biasa. Sebagai perempuan yang senang memanjakan tubuhnya, ia tidak pernah terpikir akan mendapatkan luka sepahit itu di tangannya. Selagi ia dibawa ke rumah sakit. Anglina Ka mencoba mengambil alih perhatian wartawan untuk dimintai keterangan.

Dalam kesemrawutan tersebut tetap saja ada yang mengambil keuntungan.

Pihak kepolisian mencoba mengalihkan perhatian untuk menetralisir keadaan. Mobil polisi datang dan menjemput mereka dengan segera. Aksi penggeledahan di Hotel malah berujung kesulitan. Setelah suasan cair mereka berjanji akan mendatangi hotel tersebut dan akan melakukan kembali aksi penggeledahan bukti dan saksi.

Tapi sayang dua hari lagi Grup model itu akan berpindah hotel demi keamanan para asetnya.

Segera setelah kejadian tertembaknya supermodel Mariah hasli menggemparkan media massa. Wartawan datang berbondong-bondong menuju lobi hotel. Manager hotel kewalahan menerima undangan penginapan hanya untuk mengetahui seluk beluk kejadian. Pihak Royal Beauty selaku yayasan model mengirimkan pengacara dan menuntut system keamanan kepolisian. Aksi perang mulut terdengar dari kejauhan. Seperti biasa sekretaris Pian mencoba mendinginkan suasana. Ia yang menangani semuanya.

Sementara di sudut kamar, seseorang terisak sangat sedih. Gadis yang baru memulai debut modelnya merasa shock akibat kejadian pagi tadi. Ia merasa jalan menuju cita-citanya sangat tidak mulus. Aksi kejahatan selalu menaungi lingkungan permodelan. Ia mengunci kamar dan tidak membolehkan seseorangpun masuk kesana.

Ambulance datang dan memboyong Mariah Hasli yang terkena peluru. Raut wajahnya setengah pucat dan menahan sakit yang luar biasa. Sebagai perempuan yang senang memanjakan tubuhnya, ia tidak pernah terpikir akan mendapatkan luka sepahit itu di tangannya. Selagi ia dibawa ke rumah sakit. Anglina Ka mencoba mengambil alih perhatian wartawan untuk dimintai keterangan.

Dalam kesemrawutan tersebut tetap saja ada yang mengambil keuntungan.

Pihak kepolisian mencoba mengalihkan perhatian untuk menetralisir keadaan. Mobil polisi datang dan menjemput mereka dengan segera. Aksi penggeledahan di Hotel malah berujung kesulitan. Setelah suasan cair mereka berjanji akan mendatangi hotel tersebut dan akan melakukan kembali aksi penggeledahan bukti dan saksi.

Tapi sayang dua hari lagi Grup model itu akan berpindah hotel demi keamanan para asetnya.

Ruang Lobby hotel memanjakan setiap pengunjungnya. Senyuman ramah coustemer service member penjelasan mengenai ruang kamar dan fasilitasnya. Sontak kamar-kamar penuh membludak meskipun pihak Royal Beauty menyamarkan kedatangan modelnya. Tapi apa mau dikata, mereka berduyun-duyun menyewa kamar hanya untuk tahu kondisi Mariah Hasli dan paras ayu model-model.

Mengantisipasi hal tersebut manager hotel tidak mau kalah dalam negosiasi, ia menaikan harga tarif kamar tiga kali lipat. Untung baginya dalam dua hari ke depan, ia bisa meraup keuntungan yang besar. Hingga menyisakan para kaum elit berduit terutama fans fanatic dari kaum atas dan tentunya pria-pria pebisnis yang entah sengaja atau tidak menginap malam itu.

Lampu-lampu ruangan menyala sampai pukul 11 malam. Area pintu telah diamankan. Yang tinggal hanya para tamu yang masih menikmati sajian makan malam. Beberapa pegawai hotel telah undur diri. Shift malam telah dimulai. Hanya beberapa petugas yang berada disana.

Kamar-kamar mulai terkunci. Keheningan mulai menyelimuti. Satu dua orang telah terlelap. Yang tinggal hanya beberapa orang yang masih berkeliaran diantara jam malam.


Agus Sutisna
Agus Sutisna

Ini adalah biografi singkat mengenai penulis; Ia mudah terbawa angan-angan sehingga terlihat diam dan mematung. Justru disanalah ia mengumpulkan dunia imajinasinya. Selebihnya ia sangat tampan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar